Skip navigation

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa  pemerintahan SBY-JK berjalan dengan rumus 2-1-2, dalam pengertian 2 tahun konsolidasi (yang nyaris tanpa hasil); 1 tahun “masa leluasa kebijakan”; dan 2 tahun persiapan menuju Pemilu 2009 (Eef Saifullah Fatah). Tampaklah dalam perilaku politik pemerintahan bahwa tidak ada hal yang lebih menyita perhatian dari upaya menjaga kepentingan dan termasuk kemenangan pada Pemilu 2009. Semua poros kekuatan terserap ke dalam orbit ini ( baik partai, politisi), apalagi mereka yang sejak awal berniat menjadi kandidat presiden.

Read More »

Tulisan ini terinspirasi oleh sebuah kejadian sederhana. Seorang penulis berbakat dan amat produktif  —yang lebih suka menyamarkan diri dengan nama Kopral Cepot-— tadi malam menyiapkan sebuah tulisan berjudul “Indonesia Duaribuempatlima“. Bahasanya gampang dicerna dan pemikirannya runtut. Amat menarik, dan segera saja banyak orang membaca dan memberi komentar.

Ia tidak sedang meramal bagai ahli nujum dengan tulisannya itu. Tetapi ia sedang melakukan kajian pandang jauh ke depan, dan tampaknya ia tak bahagia dengan itu. Hal-hal seperti itu yang dipelajari orang-orang di kulaiahan ketika berbicara tentang pembangunan.

Read More »

Umat Islam di Indonesia oleh sebagian pemeluk agama lain sering dianggap tidak berlaku adil. Lebih jauh ada yang menuduh pemerintahnya juga bersikap diskriminatif dalam hal kebebasan beragama dan khususnya dalam mendirikan rumah ibadah. Benarkah semua tuduhan itu? Apa sebetulnya akar masalah yang menyebabkan persoalan ini selalu muncul?

Read More »

POSTING yang amat panjang ini berasal dari dokumen ‘nBASIS (Pengembangan Basis Sosial Inisiatif & Swadaya), sebuah Yayasan yang berdiri sejak tahun 1999 di Medan. Konon ketika Mohammad Amien Rais (MAR) menerbitkan buku Selamatkan Indonesia, yayasan ini secara khusus melakukan pembahasan dengan melibatkan para akadmisi, di antaranya ialah nama-nama yang disebut dan dimuat tulisannya dalam posting ini. MAR sendiri hadir dalam pembahasan buku ini dan mengaku puas dengan masukan pemikiran dari pembahas.

Bahasan pertama dilakukan oleh Muchtar Effendi Harahap, seorang yang diketahui begitu dekat dengan MAR dalam hubungan guru-murid (FISIP UGM). Pembahasan kedua oleh Nur Ahmad Fadhil Lubis, orang yang pernah sama-sama berada pada kampus yang sama di luar negeri. Pembahasan ketiga oleh Syawal Gultom, akademisi yang memimpin Universitas Negeri Medan, dan yang terakhir pimpinan Pusat Informasi sejarah Unimed Ichwan Azhari. Pada bagian terakhir kelak akan dicantumkan juga pembahasan dari seorang ekonom John Tafbu Ritonga (FE USU) yang oleh sesuatu hal teknis belum dapat diupload secara bersamaan.

Read More »

Oleh: Shohibul Anshor Siregar

Supremasi jahatokrasi (kekuatan kejahatan) masih tetap dominan dalam pemilukada 9 Kabupaten/Kota 2010 di Sumatera Utara sebagaimana perhelatan yang sama di 8 Kabupaten sebelum ini (2008). Hal yang sama diprediksi juga akan terjadi pada pemilukada yang akan menyusul di Siantar, Simalungun, Labuhan Batu dan lain-lain.

Supremasi jahatokrasi itu memaksa proses pemilukada tidak jujur, tidak adil dan tidak bermartabat. Pelakunya bukan rakyat, meski dengan memanfaatkan kondisi keterpurukan rakyat terutama dalam ekonomi.

Read More »

Hanya koruptor kecil yang sering menggunakan kita. Bayangkan kalau sekelas petinggi negara dan petinggi perusahaan multi nasional berkorupsi. Jumlahnya besar. Kapasitas kita tak lagi bisa mewadahi hasrat mereka. Karena wujud kita tidak mungkin ada dalam jumlah tertentu yang mereka hasrati, maka kita pun diganti dengan mata uang lain. Dolar Amerika misalnya. Menyogok dengan uang kontan 1 milyar rupiah, berapa banyak uang dari jenis kami yang akan disusun? Tidak praktis. Berat. Gampang ketahuan, padahal korupsi itu kudengar pekerjaan rahasia dan amat sembunyi-sembunyi.

Anda tentu tak pernah menyadari sama sekali bahwa lembaran-lembaran uang milik Anda punya banyak pengalaman. Sesama uang dalam pecahan yang sama maupun pecahan yang berbeda, sekali lagi Anda tentu tak pernah menyadarinya, sering terjadi dialog tentang pengalaman-pengalaman mereka akibat perlakuan dan pemaknaan orang banyak terhadap mereka. Dialog berikut adalah rekaman pembicaraan antara selembar uang pecahan Rp 1000  (Ribu) dan Rp 100000 (Ratus) ketika untuk kesekian kalinya bertemu di kantong seorang tukang ojek.

Read More »

MINGGU PAGI, 25 Juli 2010, tepatnya sejak shubuh,  saya memulai hari dengan aktivitas yang ringan-ringan. Membaca sejumlah pesan yang masuk melalui email maupun memberi respon kepada teman-teman  jaringan facebook.

Sebetulnya sejak Sabtu siang saya mestinya berada di Jakarta memenuhi undangan Musyawarah Nasional dari Ketua Umum (Denny JA) dan Sekretaris Jenderal (Umar Bakry) Asosiasi Riset  Opini Publik Indonesia (AROPI).  Sampai Sabtu menjelang tengah malam Sekretaris Jenderal masih mempertanyakan “mengapa belum hadir di arena”. Saya hanya memberi alasan atas ketidak-hadiran, sambil mendorong beliau agar lebih bergairah ke depan dan memajukan organisasi yang masih belia ini untuk semakin mampu memberi kiprah yang dibutuhkan oleh masyarakat yang sedang beranjak.

Akun Kopral Cepot di Facebook menggoda saya beranjak menuju ke blognya yang khas yang diberinama SERBASEJARAH. Ada sebuah posting hangat di sana, berjudul Sisingamangaraja XII (1845 – 1907) Pejuang Islam yang Gigih. Saya sudah pernah mengunjungi blog ini sebelumnya dan bahkan utuk posting ini saya sudah memberi sebuah komentar, demikian:

Read More »

Wong Fei Hung as a healer called a religious (Islamic) and even the clergy. But many do not agree with this claim, and expressed doubts about the facts about this legendary figure Islamic quite widespread. If this is a truth, of course there must be facts that support and reassure. If not, what is the motive behind this claim?

So far we only know as a hero Wong Fei Hung Kung fu in the film Once Upon A Time in China. In the movie, Wong Fei Hung character played by renowned Hong Kong actor Jet Li. But who the Wong Fei Hung?

Wong Fei Hung was a cleric, Expert Medicine, and experts whose names are legendary Martial designated as National Hero of China by the China government. But China’s government often blurs identity seeks Wong Fei Hung as a Muslim in order to maintain the supremacy of the Communist rule in China.

Read More »

Negara mengutip uang hasil keringat rakyat melalui pajak, dan jika pajak diselewengkan itu tak ubahnya pagar makan tanaman. Itulah fakta terungkap di Indonesia akhir-akhir ini. Sebetulnya penyelewengan-penyelewengan di tubuh institusi yang diamanahkan memungut pajak itu ditengarai sudah lama berlangsung, dan apa yang terbuka ke publik akhir-akhir ini hanyalah ibarat sebuah puncak gunung es belaka. Itu barulah permulaan dari sebuah cerita panjang.

Jika hal itu dibiarkan saja berlarut, pastilah amat berpengaruh terhadap kerelaan masyarakat untuk menunaikan kewajiban membayar pajak kepada negara. Apabila sikap itu meluas dalam bentuk perlawanan publik, tentu amat tak terbayangkan resikonya. Negara tanpa pajak, bagaimana jadinya?

Read More »

Iranian President Mahmoud Ahmadinejad on Friday ripped into the United States for pushing for new UN sanctions against Tehran, warning U.S. President Barack Obama he had made a “big mistake”.

The diatribe against Washington came in Shanghai, where Ahmadinejad was participating in “Iran Day” at the World Expo in China, which also backed the measures against Tehran over its suspect nuclear program.

Read More »