Skip navigation

Parluhutan Siregar, Ketua Fraksi Partai Amanat NAsional DPRD Sumatera Utara menegaskan bahwa selain menjadi salah satu komponen mesin pendorong pertumbuhan ekonomi daerah, APBD juga menjadi salah satu penentu tercapainya target dan sasaran makro ekonomi serta menjadi gambaran strategi dalam menanggulangi berbagai kendala dan permasalahan pokok yang merupakan tantangan mewujudkan agenda masyarakat yang sejahtera dan mandiri.

Hal itu ditegaskannya saat memberi Pendapat Akhir Fraksinya atas pelaksanaan APBD Tahun 2009 dalam sebuah rapat paripurna di lembaga legislatif lokal itu baru-baru ini.

Read More »

Apa persepsi Anda tentang media dalam politik? Berdasarkan penelitian Asosiasi Jurnalistik Indonesia (AJI) Medan, terdapat fakta perilaku pemihakan media yang “sukar difahami” dari sudut prinsip-prinsip jurnalistik sendiri. Tidak aneh memang sesuatu media memberi pemihakan yang jelas-jelas dalam politik, tetapi jika prinsip-prinsip jurnalistik terabaikan, itu berarti sebuah kerugian besar. Inilah hasil lengkap penelitian AJI yang memotret perilaku media pada perhelatan pemilukada kota Medan putaran pertama tempo hari.

Ketika perhelatan usai untuk putaran pertama dan KPUD Kota Medan menetapkan pasangan Rahudman Harahap-Dzulmi ldin dan Sofyan Tan-Nelly Armayanti yang berhak maju ke putaran kedua, AJI merasa perlu angkat bicara. Jelang pelaksanaan putaran kedua itu mereka mengajak seluruh pekerja media maupun perusahaan media massa di Kota Medan untuk bersikap independen dalam pemberitaan atas para pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Medan tahun 2010-2015.

Read More »

Selain menjadi salah satu komponen mesin pendorong pertumbuhan ekonomi daerah, APBD juga menjadi salah satu penentu tercapainya target dan sasaran makro ekonomi serta menjadi gambaran strategi dalam menanggulangi berbagai kendala dan permasalahan pokok yang merupakan tantangan mewujudkan agenda masyarakat yang sejahtera dan mandiri.

APBD Tahun Anggaran 2009 berjumlah Rp 3.896.535.918.353 (tiga triliun delapan ratus sembilan puluh enam miliar lima ratus tiga puluh lima juta sembilan ratus delapan belas ribu tiga ratus lima puluh tiga rupiah). Berdasarkan anggaran pendapatan dan belanja daerah dimaksud ditargetkan penerimaan sebesar Rp 2.108.262.616.180,- yang bersumber dari (1) Pajak Daerah (2) Retribusi Daerah, (3) Bagian Laba BUMD dan Lain-Lain Pendapatan Yang Sah yang hingga akhir tahun anggaran 2009 realisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah hanya sebesar Rp 2.033.121.958.175,76 (dua triliun tiga puluh tiga miliar seratus dua puluh satu juta sembilan ratus lima puluh delapan ribu seratus tujuh puluh lima rupiah tujuh puluh enam sen) atau sebesar 96,44 %.

Read More »

Apa itu tukar-guling? Bahasa apa itu, tuan? Bagi rakyat jelata, ketahuilah: itu bahasa birokrasi yang akhir-akhir ini lebih lazim terdengar dari ruang mewah para “Kepala Daerah berhati anggaran”. Biasanya itu tidak berjalan sendiri, mesti ada semacam konspirasi atau kongkow-kongkow ke kanan, ke kiri dan juga ke atas.

Kasus itulah yang dipermasalahkan secara serius oleh masyarakat Pematangsiantar beberapa pekan terakhir ini. Mereka menolak sebuah kompleks pendidikan bersejarah yang terletak di inti kota itu dijual kepada pihak pengusaha yang akan mengubahnya menjadi gedung hotel, mall dan bentuk-bentuk usaha komersil lainnya. Untuk itu pengusaha mengganti dengan bangunan di tempat lain yang menurut masyarakat penuh masalah. Baik dilihat dari keberadaan bangunan gedung baru maupun dari “penyepelean” atas nilai sejarah, termasuk tranparansi transaksionalnya tentu.

Read More »

Anak-anak itu menangis histeris mempertahankan bangku sekolah yang menurut mereka adalah hak bagi mereka. Bangku sekolah itu akan ditarik pengrajin yang memasok sebelumnya akibat bayaran yang hampir dipastikan dikorup oleh aparat kependidikan non sekolah. Kejadian yang disiarkan oleh tv itu secara luas terjadi di Jawa, baru-baru ini.

Di Medan beberapa tahun lalu survey ‘nBASIS tentang aksesibilitas sekolah berhasil memperoleh data buruknya bangunan sekolah, meski pada saat yang sama Medan digaungkan sebagai kota Metropolitan. Medan, sebagaimana kota-kota besar lain di Indonesia, memang memiliki sekolah-sekolah unggulan sebagai simbol paling jujur tentang semakin tegasnya kasta yang didesign sesuai pertumbuhnya kelas menengah dan atas. Kelas menengah dan atas ini adalah sebuah fenomena yang oleh ahli ekonomi jarang diterangkan sebagai akibat langsung buruknya distribusi sumber. Jadi, pendidikan di Indonesia sudah tampil sebagai sarana perkastaan yang tegas, konsepsional dan permanen. Tak ada profesor dan para pembijaksana Negara yang menyadari itu untuk dirombak.

Read More »

CUKUP TERCENGANG menyaksikan pemberitaan sebuah tv swasta nasional siang ini. Ditayangkan gambar seorang anak bernama Kamil. Ia siswa kelas terakhir SMP Negeri 1 Mamuju.

Telah 3 bulan ia tak masuk sekolah karena sakit. Maka hari ini ia pun kelimpungan, selain karena masih belum sehat secara fisik, ia juga tidak tahu di ruangan mana ia akan ditempatkan. Pihak sekolah membantunya menemukan ruang kelas tempatnya mengikuti ujian.

Jika inilah UAN, maka ia adalah formalitas nasional yang begitu buruk. Sudah diragukan pemaknaan bangsa ini tentang belajar, pembelajaran, sekolah dan persekolahan. Negeri ini hanya ingin memberi Kamil selembar ijazah. Itu tentu ijazah palsu. Mengapa palsu? ya, karena palsu.

Mengapa ya negeri ini masih saja suka kepalsuan?

sumber: ‘nBASIS

RASA Nasionalismenya tersinggung berat. Pasalnya, setiap saat pergi ke luar negeri, Uya Kuya selalu merasakan pandangan sinis dari orang-orang yang ditemuinya. Ada sikap kurang bersahabat, menuduh dan bahkan mengadili sebagai warga dari sebuah Negara terkorup di Asia Tenggara, dan terkorup nomor 3 di dunia.

“Itu yang saya rasakan dari banyak sorot mata yang ditujukan kepada saya.  Saya seolah dikuliti. Padahal saya ini kan pekerja keras yang tak pernah sedikit pun diuntungkan oleh praktik korupsi dalam bentuk apa pun”, tegas Uya Kuya, sang jagoan hipnotis Indonesia yang sering tampil di layar tv itu.

Maka  Uya Kuya pun merubah scenario kerja dari yang lazim dilakukan “berburu” sasaran. Dengan sedikit koordinasi dengan  pihak penguasa Bandara Soekarno – Hatta, ia pun memulai sebuah perjuangan: memberantas korupsi penuh kesungguhan dan tidak untuk citra.

Read More »