Skip navigation

Negara mengutip uang hasil keringat rakyat melalui pajak, dan jika pajak diselewengkan itu tak ubahnya pagar makan tanaman. Itulah fakta terungkap di Indonesia akhir-akhir ini. Sebetulnya penyelewengan-penyelewengan di tubuh institusi yang diamanahkan memungut pajak itu ditengarai sudah lama berlangsung, dan apa yang terbuka ke publik akhir-akhir ini hanyalah ibarat sebuah puncak gunung es belaka. Itu barulah permulaan dari sebuah cerita panjang.

Jika hal itu dibiarkan saja berlarut, pastilah amat berpengaruh terhadap kerelaan masyarakat untuk menunaikan kewajiban membayar pajak kepada negara. Apabila sikap itu meluas dalam bentuk perlawanan publik, tentu amat tak terbayangkan resikonya. Negara tanpa pajak, bagaimana jadinya?

Rentetan kejadian yang mengindikasikan kolusi antar kelembagaan sudah begitu luas terungkap. Maka wajarlah jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan  agar  segala bentuk kejahatan dan penyimpangan dihentikan. “Hentikan segala bentuk kejahatan dan penyimpangan,” kata Presiden saat memberikan pengarahan kepada jajaran Ditjen Pajak dan Ditjen Bea dan Cukai di Istana Negara Jakarta, Rabu.

Presiden pada kesempatan yang sama juga memberi instruksi kepada jajaran Ditjen Pajak dan Bea dan Cukai untuk terus melakukan reformasi dan meningkatkan capaian. Diketahui di bawah kepemimpinan sebelumnya lembaga yang berada di bawah Kementerian Keuangan ini telah melakukan serangkaian pembaruan (reformasi) dengan biaya yang amat mahal. Berbagai pihak hingga kini secara kritis mempertanyakan hasil dari investasi besar tersebut. Menteri Keuangan Agus Martowardojo akhirnya diperintahkan untuk mendukung penuh dan memfasilitasi  upaya  meningkatkan kinerja jajaran Ditjen Pajak dan Ditjen Bea dan Cukai sembari memberikan pengawasan yang efektif.

Target Rp743 triliun

Seakan mengakui secara jujur kebobrokan yang mengakibatkan resistensi sosial yang berkembang terhadap pola penyimpangan pemungutan pajak dan segenap permasalahannya saat ini, Presiden  berjanji melakukan pemantauan. sembari menegaskan kepada Menteri “ini kontrak kerja saya dengan saudara, pakta integritas saya dengan saudara”.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo pada kesempatan itu mengemukakan target penerimaan negara pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2010 dari sektor pajak dan bea cukai mencapai Rp743 triliun.  Katanya, target pada 2010 itu diharapkan lebih tinggi daripada tingkat penerimaan negara pada 2009  yang cuma sebesar Rp 619 triliun.

One Comment

  1. pagar makan tanaman. asal jangan maling teriak maling

    Pak Gerep: kedua-duanya bisa terjadi pak. Tapi mudah-mudahan jangan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: